Rabu, 18 Februari 2015

Berita bola : Perlambat Tempo dan Menekan Verratti Melahirkan Hasil Imbang

Berita bola : Perlambat Tempo dan Menekan Verratti Melahirkan Hasil Imbang

sumber berita Perlambat Tempo dan Menekan Verratti Melahirkan Hasil Imbang : detik.com
Ambisi Paris Saint-Germain untuk mengalahkan Chelsea di leg I 16 besar Liga Champions telah sirna. Kesebelasan berjuluk Les Parisiens tersebut hanya bermain imbang 1-1 di Stadion Parc des Princes.

Tidak hanya gagal menang, akan tetapi PSG juga tidak mampu menjaga keperawanan gawangnya. Mereka gagal cleansheet karena gol Branislav Ivanovic pada menit 35. Sebelum pada akhirnya di menit 53, Edinson Cavani menyelamatkan kesebelasannya dari kekalahan.

Untuk meredam agresivitas lini depan The Blues yang sangat tajam dan merepotkan, Blanc memasang formasi 4-3-3 dengan mengubah peran beberapa pemain ketimbang yang biasanya. David Luiz dipasang bukan menjadi bek, melainkan seorang gelandang bertahan. Di jantung pertahanan, Blanc memilih Marquinhos untuk mendampingi Thiago Silva. Ini pilihan taktikal yang dipilih Blanc untuk meredam kreativitas Cesc Fabregas, Eden Hazard, juga Diego Costa.



Sedangkan Chelsea memainkan Fabregas lebih agak ke depan. Sementara Ramires dipilih untuk menemani Nemenja Matic di poros ganda. Kekuatan di lini depan pun bertambah oleh kehadiran Diego Costa yang merumput kembali, setelah harus absen di beberapa laga di kompetisi domestik karena hukuman.

Pilihan taktikal yang diambil Mourinho akhirnya berhasil merawat rekor Chelsea yang belum terkalahkan di UCL 2014/2015.

Permainan Sabar Chelsea

Cara bermain agak berbeda digunakan oleh kedua kubu, khususnya di awal laga. Kubu tuan rumah bermain cukup agresif menyerang dan menekan sepertiga akhir di pertahanan Chelsea. Di sisi lain, John Terry dkk, juga meladeni hal itu dengan baik. Ketika mendapatkan bola, mereka banyak bermain di wilayah sendiri, tak buru-buru melepas bola ke depan. Kemudian pelan-pelan masuk ke wilayah pertahanan Thiago Silva dkk.

Dengan cara itulah Chelsea mencoba memperlambat tempo. Mereka tidak ingin terpancing bermain cepat dan terbuka. PSG akhirnya cukup kesulitan membongkar pertahanan Chelsea. Seiring berjalannya waktu di babak pertama, PSG malah terlihat terbawa irama permainan Chelsea. Mereka juga menurunkan tempo.

PSG kemudian juga banyak memasang garis pertahanan yang rendah. Dampaknya, Marco Veratti juga harus rajin turun menjemput bola. Sebagai orang pertama yang membangun serangan, gelandang Italia itu lebih sering berada di wilayahnya sendiri. Dari situlah ia terus mendapatkan tekanan ketika mendapatkan bola.
Mampir juga di web ingin agar cepat hamil. Nuwun sudah berkunjung di Perlambat Tempo dan Menekan Verratti Melahirkan Hasil Imbang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar