Selasa, 10 Maret 2015

Berita bola : Di Matteo Perlu Keberuntungan, tapi Dia Pernah Mendapatkannya

Berita bola : Di Matteo Perlu Keberuntungan, tapi Dia Pernah Mendapatkannya

sumber berita Di Matteo Perlu Keberuntungan, tapi Dia Pernah Mendapatkannya : detik.com
Madrid - Akan bertanding di Santiago Bernabeu dengan defisit kekalahan dua gol membuat kans Schalke relatif tak besar. Pelatih mereka, Roberto di Matteo, akan menjadi faktor tersendiri.

Tim asal Jerman itu kalah 0-2 dari Real Madrid di leg pertama babak 16 besar Liga Champions dua pekan lalu. Malam ini, atau Rabu (11/3/2015) dinihari WIB, Kevin Prince Boateng dkk. akan mempertaruhkan sisa harapannya di markas lawannya.

Meraih kemenangan lebih besar di kandang Madrid akan menjadi hal "mewah" buat Schalke. Apalagi mereka juga mengalami hal serupa di musim lalu. Kalah telak 1-6 di leg pertama di Veltins Arena, di laga kedua The Royal Blues tetap kalah walau lebih "lunak", yaitu 1-3.

Salah satu bekal besar Schalke untuk melakoni pertandingan nanti adalah Di Matteo. Paling tidak, bukan dia yang berada di bench Schalke ketika dilumat Madrid di musim lalu dengan skor agregat 2-9 itu.

Di Matteo baru menukangi Schalke pada awal Oktober lalu, dan dia sejauh ini terbilang berhasil. Kala dia masuk Schalke berada di posisi ke-11 di klasemen Bundesliga. Sekarang? Pasukannya bercokol di peringkat kelima.

Dalam jumpa pers Di Matteo mengakui timnya memerlukan keberuntungan untuk bisa menjegal Madrid dan lolos ke babak perempatfinal. Tapi ia punya pengalaman berharga yang mungkin bisa muncul lagi nanti malam.

Di musim 2011/2012 Di Matteo secara mengejutkan membawa Chelsea menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya. Padahal ia baru memegang tim tersebut di bulan Maret.

Tugas pertamanya di Eropa kala itu adalah membalikkan keadaaan setelah Chelsea kalah 1-3 dari Napoli di leg pertama. Apa yang terjadi kemudian? Orang Italia itu berhasil menunaikan misi tersebut. Di Stamford Bridge Chelsea menggasak Napoli 4-1, dan mereka lolos ke perempatfinal.

Ujian berat menghadang Di Matteo lagi di babak semifinal, saat menghadapi Barcelona. Mereka memang menang di leg pertama di London, tapi skornya "minimum" alias 1-0. Di Camp Nou, Chelsea bahkan kehilangan kapten John Terry yang dikartu merah di babak pertama. Hasilnya? Chelsea berhasil menahan imbang El Barca 2-2 dan menembus final.

Di laga puncak Chelsea bertemu Bayern Munich. Enaknya buat Bayern, pertandingan tersebut sudah sejak awal dijadwalkan digelar di Allianz Arena. Alhasil, Bayern kala itu seakan-akan menjadi tuan rumah.

Hasilnya? Bayern membuka skor di menit 83 melalui Thomas Mueller. Hebatnya, Chelsea berhasil menyamakan kedudukan lima menit berselang melalui Didier Drogba. Akhir cerita adalah cerita manis untuk Chelsea, mereka menang dan juara melalui adu penalti. Di Matteo-lah manajer pertama yang pernah mengantarkan Chelsea sebagai klub terbaik di Eropa.

Apakah keberuntungan dia akan muncul lagi di Santiago Bernabeu?


Silahkan Baca juga blog tips supaya segera memiliki anak . Xie xie Anda sudah berkunjung di Di Matteo Perlu Keberuntungan, tapi Dia Pernah Mendapatkannya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar